Pria Arab Saudi Berusia 137 Tahun Hanya Bangun Bila Waktu Salat Tiba

Pria Arab Saudi Foto: Pria Arab Saudi Berusia 137 Tahun

Kabarseru.com – Pria arab saudi berusia panjang hingga 137 tahun ini hanya bisa terbaring tak ubahnya sosok tak bernyawa, namun ketika waktunya sembahyang dia akan bangung melaksanakan ibadah shalat.

Mungkin faktor usia membuat kondisinya sedemikian lemah, hingga ketika sang anak menyentuhnya tidak pula membuatnya tersadar.

Pria arab saudi berusia hingga 100 tahun lebih ini, tentu dengan bantuan anak saat membangungkannya untuk beribadah, konisi fisik pria ini begitu kurus dan lunglai.

Begitu terjaga dari tidur, atau bagaimana pria tua itu langsung menyuarakan ikamah dengan suaranya yang begitu lemah terputus-putus.

Saat ikamah berlangsung tampak sang pria meneteskan air mata, sang anak lantas memberinya tisu untuk menghapus air mata.

“Kondisi ayah saya seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua,” kata sang anak.

Sayang sekali, identitas mereka tidak di ketahui, termasuk di wilayah Arab saudi mana mereka tinggal. Nah itulah gambaran untuk kita.

Demikian seperti di lansir dari Emirates 24/7 26 Desember 2015.

Tambahan Untuk Kita Berdasarkan Pria Arab Saudi Berusia 137 Tahun

Apakah kamu pernah berkeinginan memiliki usia panjang hingga seribu tahun? Coba lihat dalam video di akhir pasting  bagaimana kondisi Pria arab saudi yang baru berusia 137 tahun.

Kamu bakal tak ubahnya batu bernyawa yang cuma menyusahkan semua keturunan dan generasi kamu.

Usia tak perlu panjang, yang terpenting dalam hidup melakukan kebaikan, menjalankan perintah agama, menjauhi semua yang di haramkan agama.

Bekerja dan berdo’a itu saja cukup, tidak perlu bermimpi secara berlebihan untuk menjadi seorang kaya, bekerja cari nafkah menjelang masih ada di dunia.

Toh mereka yang kaya tidak pula membawa hartanya ke alam baka, semua anak yang mendapat warisan malah tidak jarang mereka saling ribut dan menimbulkan kebencian.

Baca juga: Kisah Haru Seorang Kakek Nyanyikan Lagu Buat Istri Tercinta di Rumah Sakit

Tidak pula ada di dunia ini orang hidup santai tanpa melakukan apa-apa dengan alasan harta peninggalan orangtua masih berlimpah.

Mereka tetap sibuk mencari penghasilan, percayalah bahwa hidup dengan menimbun harta merupakan pekerjaan sia-sia, kita membutuhkan harta untuk kepentingan hidup bukan untuk di timbun.

Kepentingan hidup dengan harta dalam artian melakukan sedekah, namun kenyataannya justru sebaliknya, orang kaya justru cenderung pelit.

Baca juga: Masjid Paling Sederhana Hanya Terbuat Dari Ranting Kayu

Apa lagi di zaman sekarang ini, bahkan orang tidak segan-segan untuk melakukan apa saja demi kepentingan pribadi, intinya demi cepat dapat harta banyak.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*