Penjual Bisa Kena Sanksi Jika Tolak Pembanyaran Uang Receh

Penjual Bisa Kena Sanksi Jika Tolak Pembanyaran Uang Receh

Kabarseru.com – Membeli sepeda motor atau mobil menggunakan uang receh memang terkesan unik dan langka, kebanyakan membeli barang mahal menggunakan uang kertas senilai maksimal Rp 100.000, cara ini selain mudah membawanya juga praktis dalam fase transaksi jual beli.

Tentu jauh berbeda dengan uang logam/receh, selain berat juga butuh waktu lama untuk mengetahui nilai total, misalnya uang logam satu karung kita sudah terbebani ukuran dan berat di tambah lagi kita harus menghitung keseluruhannya. Akan tetapi jika memungkinkan memiliki uang logam dalam nilai puluhan juta. Ini syah dan legal untuk di belanjakan atau membeli misalnya sepeda motor.

Bagi penjual di larang menolak dengan alasan ‘repot’ kecuali alasan ragu tentang keaslian uang tersebut, jika tetap menolak uang logam sebagai pembayaran berarti telah melanggar undang-undang.

Sebagaimana yang telah terjadi pada seorang bernama Setiadi membeli Honda CBR150R di Honda Care Motor Depok menggunakan uang logam/receh seberat 120Kg senilai Rp 33.45 juta.

Itu merupakan Dealer terakhir yang bersedia melayani pembelian, sebelumnya Setiadi telah di tolak oleh 8 Dealer, proses pembelian berjalan dan di lakukan menghitung uang logam selama beberapa hari.

Baca juga: Pasutri Ponorogo Beli Sepeda Motor Dengan Uang Receh

Pasal 23 UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang menyatakan, setiap orang di larang menolak menerima uang logam sebagai pembayaran.

Sanksi pelanggaran UU tertulis dapat di kenai hukuman paling lama 1 tahun penjara, atau denda paling banyak Rp200 juta.

Penjual di perbolehkan menolak uang logam sebagai pembayaran dengan alasan ragu tentang ke aslian uang tersebut.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*