Pengemis Jujur, Kembalikan Dompet Yang Ditemukannya, Selanjutnya?

Pengemis Jujur

Kabarseru.com — Pengemis jujur asal Thailand ini tak tergiur dengan segepok uang dalam dompet yang ditemukannya dipinggir jalan, padahal kesehariannya makan saja ia susah, bahkan saat itu ia tak memiliki uang kecuali cuma beberapa lembar ribuan tak cukup untuk membayar sekali makan.

Sifat manusia memang penuh teka-teki, kebanyakan pengemis yang bertebaran dikota-kota besar, mereka tidak segan untuk melakukan berbagai cara demi mendapat simpati dari pengguna jalan, berharap lebih mudah menerima uluran tangan.

Pada intinya mereka melakukan segala sesuatu demi mendapat uang, karena dengan uang bisa melakukan apa saja yang dia mau, tentu saja ada pengecualiannya.

Lantas bagaimana dengan pria bernama Woralop berumur 44 tahun yang statusnya pengemis atau katakanlah gelandangan, dari kalimat tersebut tercermin sebuah imej sosok kumal, kotor, bau dan lainnya yang tidak disukai banyak orang. Langka banget sosok seperti Woralop ini.

Pengemis Jujur, Kembalikan Dompet Yang Ditemukannya

Kisah ini bermula Waralop menemukan dompet berisi uang beberapa juta dan kartu kredit dipinggir jalan, ia tidak tahu dompet siapa, kondisi seperti itu seharusnya Waralop punya kesempatan hidup senang, pesta, atau berusaha menyimpannya sebagai uang sendiri. Namun entah pria gembel ini dasarnya memang jujur atau punya cara berpikir panjang, ia tak berniat memiliki dompet beserta isinya walau kondisinya sendiri sejatinya membutuhkannya.

Waralop malah menyerahkan dompet beserta isinya ke polisi, dari pihak kepolisian meneruskan ke pemilik aslinya yang ternyata seorang designer bernama Niity Pongkriangyos 30 tahun, semua uang dalam dompet senila Rp 7,6 juta dan satu kartu kredit dalam kondisi utuh.

Niity gembira tak kepalang hartanya yang hilang telah kembali ditangannya, sekaligus kagum atas kejujuran Waralop seorang pengemis miskin yang makan sehari saja susahnya minta ampun.

“Saya terkejut sekaligus senang saat polisi memberitahu jika ada yang menemukan dompet saya,” kata Niity senang.

Niity mengucapkan banyak terima kasih kepada Woralop yang telah menyelamatkan dompetnya, selanjutnya ia menawari pekerjaan dengan gaji Rp 4 juta dikasih juga tempat tinggal lengkap dengan fasilitasnya.

Niity juga memberi uang sebesar Rp 800 ribu sebagai tanda terima kasih kepada Woralop yang dinilai memiliki tingkat kejujuran tinggi.

Nah itulah akibat dari kebaikan ketika berbalik ke diri kita kondisinya pun baik juga. Pepatah pengtakan, menanam bakal panen, jika menanam kebaikan kelak akan panen kesenangan, demikian sebaliknya, melakukan perbuatan tidak bertanggung jawab juga akan berbalik buruk pada diri pribadi.

Semoga kisah diatas dapat menjadi suatu acuan kita semua untuk bisa menjadikan prilaku yang lebih baik dan bertanggung jawab.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*