Pemulung di Siang Hari Malam jadi Manusia Gerobak

Pemulung

Kabarseru.com – Pemulung di siang hari ketika malam jadi manusia gerobak, kalimat itu menandakan sebuah kehidupan seseorang yang senantiasa mengalami himpitan ekonomi hebat.

Pada dasarnya memang demikian di Kota Banjarmasin contohnya, saat ini kembali marak para tunawisma berkeliaran, mereka sebagian berusaha mencari rongsokan, menjadi manusia gerobak hingga ngemis.

Lantas apa di maksud manusia gerobak? Manusia gerobak biasanya mereka hidup tinggal di gerobak, gerobak saat siang di gunakan untuk mencari rongsokan, malam hari gerobak sebagai tempat istirahat dengan memasang tenda sederhana.

Mereka hidup liar, meraka bisa tidur di gerobak di mana saja menaruh gerobaknya, orang-orang seperti ini acap kali aman dari gangguan para preman. Saat ini mereka menjadi pewarna kota di Jalan AS Musyaffa, Banjarmasin.

Pemulung baru terlihat pada malam hari pada jam 9 malam di depan salah satu rumah makan yang terkenal dengan ayam bakarnya, di situ agaknya tempat paling nyaman bagi mereka sebagai tempat istirahat.

Mereka tidak lantas istirahat saat malam hari, masih saja keluyuran mencari nafkah hanya caranya saja yang berbeda, seperti penuturan dari salah satu manusia gerobak bernama Rahmawati 35 tahun saat di temui.

“Siang kami memulung pak, saat malam baru begini, ya syukur-syukur dapat hasil tambahan,” katanya.Rahmawati mengaku seorang janda dengan empat anak, tiga dari satu anaknya masih kecil tertidur dalam gerobak berselimut kain tipis.
Manusia gerobak biasanya mulai bermunculuan pada saat menjelang hari besar Islam, contohnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Saat di tanya tempat tinggalnya, Pemulung Janda empat anak itu tinggal di kawasan kumuh di belakang Taman Kamboja Banjarmasin. Saat ia menjadi manusia gerobak, maka di gerobak tersebut ia tinggal, tidur dan beraktifitas bersama empat anaknya.

Manusia gerobak di Banjarmasin jumlahnya cukup banyak, yang artinya masyarakat indonesia masih sangat banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Akan tetapi tidak jarang kemiskinan di sebabkan sulitnya mencari pekerjaan, tetapi minimnya ilmu dan rasa malas atau pilih-pilih pekerjaan di masa mudanya.

Pada saat tanggung jawab harus di kerjakan, pada saat itu pula orang melakukan apa saja demi tanggung jawah, sebagai contoh yakni Rahmawati, ia memikul tanggung jawab seorang diri, walau biaya sekolah SD anaknya tidak di pungut biaya tetapi tidak termasuk seragam sekolah, Oleh karenanya sang ibu bekerja sebagai pemulung demi untuk membeli seragam anaknya dan kebutuhan sehari-hari.

“Baru sekolah SD tahun ini, sekolah di dekat rumah. Sekolahnya gratis tapi buat seragamnya bayar. Makanya saya harus kerja karena siapa lagi yang membiayai selain saya. Satu anak saya tidak ikut, di rumah saja,” ujarnya.

Pemulung Rahmawati mengaku, dia tidak memiliki keterampilan apapun dan tak punya ijazah karena memang tak pernah bersekolah.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*