Orang Inggris Cinta Gamelan, Ternyata Ini Alasannya, Lalu Bagaimana Dengan Anak Bangsa

Orang Inggris Cinta Gamelan

Kabarseru.com — Orang inggris cinta gamelan, menggemari kesenian tradisional jawa. Mereka sudah puluhan tahun menekuni seni gamelan, mereka juga mendirikan suatu kelompok khusus orang-orang penikmat gamelan. Dalam group kelompok gamelan tersebut tentu bukan tanpa alasan.

Menurut mereka yang tergabung dalam kelompok tersebut mengungkapkan alasan cinta gamelan, yakni suasana alunan gamelan menciptakan kesan damai, mendorong rasa kebersamaan dan merasa lebih dekat seperti keluarga.

Kelompok ini menamakan groupnya adalah Siswa Sukra, semula mereka mengenal kesenian di Inggris lalu niat untuk menekuni kesenian gamelan mereka melanjukan di Indonesia, tepatnya di Solo Jawa Tengah, kelompok tersebut bahkan hingga sampai detik ini masih jaya.

Tentu ini disambut positif publik, sebagaimana komentar positif yang berjulah ribuan dalam Facebook Live, bahkan sebagian besar menyakatakan sebuah penghargaan kepada kelompok tersebut.

Berikut cerita dari anggota group gamelan Inggris yang mereka namakan Siswa Sukra.

 Dari Sophie Ransby selaku manajer gamelan, Southbank Centre

Orang Inggris Cinta Gamelan

Sophie Ransby, foto BBC

“Aku mulai suka gamelan sejak umur 12 tahun. Saat itu aku masuk ruang gamelan dan aku langsung suka. Suara instrumen gamelan begitu indah dan aku ingin bisa main sendiri dengan latihan rutin. Selama latihan dengan kelompok aku merasa dalam satu keluarga.

Di Inggris banyak kelompok gamelan, sejak masih anak-anak dan setelah dewasa mereka mulai mengikuti dan membuat kelompok, mereka begitu tertarik dengan kebudayaan Indonesia termasuk tarian seni jawa.”

Dari Jonathan Roberts, gelar doktor tentang karawitan

Orang Inggris Cinta Gamelan

Jonathan Roberts, Foto BBC

“Saya main gamelan sejak umur 21 tahun. Saya sangat menyukai gamelan karena musik gamelan dapat menciptakan suatu kelompok menjadi komunitas. Gamelan dapat membuat orang lebih dekat satu sama lain seperti layaknya keluarga.

Saya akan selalu main gamelan hingga akhir nanti. Jika sedang main gamelan, rasanya bermacam-macam tergantung gendingnya, terkadang memberikan suasana santai, kadang perasaan gembira bahkan sedih.

“PHD saya tentang tentang kelompok karawitan di Solo yang bukan profesional. Sudah ada beberapa buku tentang gamelan Jawa tapi semua meneliti yang profesional yang di Kraton atau ISI Joga, Solo, Bandung.”

Dari Sammy Brett, selaku guru di London

Orang Inggris Cinta Gamelan

Sammy Brett, Foto BBC

“Sejak umur 10 tahun, saya sudah main gamelan. Awalnya saya belajar di Universitas, selanjutnya saya terima beasiswa Dharmasiswa dan tinggal di Solo pada tahun 2011 hingga 2013, saya terus belajar gamelan, saya sudah jatuh cinta dengan kesenian jawa ini. Saya rindu ingin berkunjung ke Solo.

Saya sering latihan disini tapi rasanya sulit, latihan disini bisa dua kali dalam satu minggu. Ya gamelan buat saya dapat membuat senang, santai dan tenang. Dulu sebelum ke Indonesia, saya cukup tertekan dalam ukuran kerja, rasanya lelah tinggal disini. Namun setelah saya latihan gamelan, semua beban pikiran saya jadi terlupakan.”

Dari Dave McKenny, musisi

“Saya mencintai gamelan, gamelan bagi saya membawa suatu elemen cukup penting dalam diri saya. Saya mulai belajar gamelan sejak umur 13 tahun di London, di Solo dan di Kota-kota lainnya di Eropa, teman-teman yang tergabung dalam group gamelan, mereka menjadi komunitas yang cukup dekat, ini sangat luar biasa.

Nah berikut ini beberapa komentar dari netizen.

Ada sekira 150 kelompok gamelan dan banyak tempat yang punya instrumen gamelan termasuk di Southbank Centre.”

Kagum banget, orang barat gemar budaya Jowo,” Tulis salah satu komentator Riendra Ayu Armadani.

Salam untuk semuanya mbak dan mas yang semangat latihan gamelan di Inggris. Saya kagum sekali dengan kalian,” Tulis Suwintari Putu.

Wah wah wah… bagaimana anak-anak muda Indonesia??? Yuk mari lebih suka budaya kita Indonesia… masak lebih jago anak-anak luar.” tulis Riri Loretha.

 

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*