Ikan Duyung Tertangkap Jaring Nelayan, Mengembalikan Kelaut Butuh Ganti Rugi

Ikan Duyung Tertangkap Jaring Nelayan

Kabarseru.com — Ikan duyung ini sebelumnya pernah tertangkap nelayan Kurau dan beberapa waktu lalu tepatnya minggu 16 April 2017 Ikan Duyung tersebut terjaring lagi. Ikan berukuran 1,5 meter ini ditempatkan di dalam kolam terbuat dari plastik besar dan di beri atap terpal disalah satu rumah warga setempat.

Banyak warga sekitar berduyun mendatangi lokasi kolam untuk menyaksikan ikan duyung, bahkan warga dari desa lain juga mampir ketika kebetulan lewat. Menurut salah satu nelayan bernama Nahiri yang turut membantu membawa hasil tangkapan ikan tersebut bersedia mengebalikan ke habitatnya dengan catatan setelah menerima kompensasi dari pihak pemerintah.

“Sementara ini kita tahan dulu sembari menunggu dari pemkab (Bateng) dan provinsi (Babel), karena kami perlu biaya ganti rugi,” ungkapnya.

Ikan Duyung tertangkap jaring tersebut tak perlu dibawa pulang, selain prosesnya membutuhkan biaya juga ikan tersebut tidak akan di konsumsi lantaran tahu hewan tersebut dilindungi. (cara cari duit)

“Kami selalu berusaha untuk membuat ikan tetap hidup, apalagi kami sudah mendapatkan sosialisasi dari pemerintah,” kata Nahiri.

Dari pihak pemerintah Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Banteng, Mardi bersedia memberikan kompensasi terhadap nelayan untuk mengebalikan ikan kehabitatnya.

“Yang pasti ikan tersebut kita kembalikan ke habitatanya agar berkembang biak sebagaimana harapan kita,” ungkapnya.

Ikan Duyung Tertangkap Jaring Nelayan

Sebagaimana UU No 77 tahun 1999 ikan duyung dilindungi.

“Ikan Duyung ini masuk atentik satu, yaitu hewan yang di perdagangkan denagn sanvat terbatas, itu harus memenuhi syarat-syarat sesuai aturan resmi seperti untuk penelitian,” ungkap Kori Apriyanto selaku Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan perikanan (PSDKP) Regional Pulau Bangka.

Nelayan, masih kata Kori Apriyanto seharusnya langsung melepaskan Ikan Duyung ketika tertangkap jaring, sebab jika dibawa pulang bisa menyebabkan kematian.

“Ikan Duyung ini jumlahnya semakin langka, saat ini hanya tinggal beberapa ekor saja. Seharusnya ketika tertangkap jaring atau jala hendaknya nelayan segera melepasnya. Namun masyarakat kita ini walaupun tahu dilindungi tetap masih berpikir tradisional yang beranggapan mempunyai nilai komersil,” ungkapnya.

Nah kalau begitu bagaimana jika dibuat undang-undang baru, barang siapa menangkap Ikan Duyung baik sengaja atau tidak, segera dilepaskan atau menerima denda. Bukan malah mereka mendapat kompensasi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*