Kisah Motivasi Menyentuh Hati Tukang Cuci Berkurban Untuk Ibu (Muslim Wajib Baca)

Kisah Motivasi Menyentuh Hati

Kabarseru.com – Kisah motivasi menyentuh hati ini dikisahkan oleh seorang pedagang kambing qurban Idul Adha pada tahun 2012, siapapun akan menangis membaca kisah berikut ini.

Siang itu tiba-tiba datang seorang wanita dengan penampilannya yang teramat sederhana memperhatikan kambing dagangan saya.

Di lihat dari penampilannya, rasanya tidak mungkin wanita itu mampu membeli kambing saya. Meski demikian, saya tetap mencoba menawarkannya.

Silahakn bu…!

Tidak lama, ibu itu menuding salah satu kambing dagangan saya sembari menanyakan harganya.

“Berapa pak?”

“Yang itu harganya Rp 1.700.000 Bu”

“Harga pasnya berapa pak?”

“Rp 1.600.000 bu, ini sudah nipis banget untung saya”

“Tapi saya hanya memiliki uang Rp 1.500.000, Bisa pak?”

Saya jadi bingung, modalnya Rp 1.500.000 kalau saya jual kambing dengan harga segitu cuma balik modal. Namun akhirnya saya musyawarhan masalah ini ke teman, hingga keputusan akhir pun jatuh ke pilihan di berikan saja.

Setelah saya dan ibu itu saling menyepakati harga, tugas saya berikutnya mengantarkan kambing ke rumahnya. Begitu saya sampai ke rumah ibu itu….

“Astaghfirullah. ALLAHU Akbar”

Sekujur badanku terasa bergetar begitu melihat keadaan rumah ibu itu. Ternyata si ibu tinggal bertiga, ibunya dan seorang putranya, mereka tinggal di gubuk kecil berlantai tanah.

Baca juga: Kisah Menyentuh Hati Bocah 7 Tahun Kosongkan Celengan Untuk Sumbang Masjid

Tidak ada kasur, tak ada kursi tamu, tak ada barang-barang elektronik kecuali dipan kayu beralaskan tikar butut dimana di situ terdapat soorang nenek berbadan kurus tengah baring.

“Mak, bangun mak, nih lihat saya bawa apa..?” kata ibu yang barusan beli kambing saya kepada seorang nenek yang tengah terbaring.

“Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke masjid ya mak,” kata ibu itu penuh rasa gembira.

Sang nenek kaget dan berusaha bangung, lalu bergerak menuju keluar dengan langkah sempoyongan karena kondisi fisiknya yang sangat lemah akibat usianya yang kian senja.

Setibanya di luar, sang nenek menghampiri seekor kambing lalu membelainya.

“Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban,” ujarnya.

“Ini pak, uangnya. Maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini. Saya sengaja mengumpulkan uang untuk beli kambing yang akan diniatkan buat qurban atas nama emak saya,” kata ibu muda itu.

Ucapan ibu muda itu membuat dadaku serasa di himpit batu raksasa, air mata saya nyaris tak terbendung, saya berdo’a…

“Ya ALLAH, ampuni semua dosa-dosa hamba, betapa malunya hati hamba berhadapan dengan hamba-Mu yang jauh lebih mulia ini, seorang yang miskin harta, namun kekuatan iman dan ke ikhlasannya sungguh luar biasa,”

“Pak, ini ongkos kendaraannya,” seru ibu itu sembari sodorkan uang.

“Sudah bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar,” kata saya sembari menyembunyikan air mata yang berusa saya tahan.

Saya cepat-cepat meninggalkan tepat itu selagi ibu itu belum melihat betapa mata ini berkaca-kaca, saya sadar betapa selama ini mata hati saya seperti buta.

Kini Allah telah mempertemukan saya dengan hambanya yang miskin harta akan tetapi memiliki kekayaan iman, ke ikhlasan dan kesabaran begitu tinggi.

Baca juga: Kisah Menyentuh Hati Bocah 7 Tahun Kosongkan Celengan Untuk Sumbang Masjid

Betapa tidak, dengan kondisi sedemikian sulit, namun ia sanggup memuliakan orangtuanya, menabung dari hasil uang sedikit demi sedikit untuk membeli kambing qurban. SubhanALLAH..!!

Kita tahu dan yakin, kehidupan kita lebih jaya di banding ibu itu. Jika selama ini kita tidak bisa melakukan hal terbaik dan muliya,  tidakkah kita bisa belajar darinya?

Tak perlu menunggu harta melimpah untuk bersedekah, tapi perlu adanya niat dan ke ikhlasan. Di rumah kita ada TV, Motor, AC, Kulkas, smartphone, bahkan Mobil, semua itu harganya jauh lebih mahal yang nyatanya bisa kita miliki, padahal semua itu tidak berguna salam sekali kelak kita meninggalkan dunia fana ini.

Demkina Kisah Motivasi Menyentuh Hati Tukang Cuci Berkurban Untuk Ibu, semoga hati kita benar-benar termotivasi  tumbuh subur ke ikhlasan dan keimanan AMIN…

Menyebarkan kisah ini tidak sulit, namun jika kamu mengerjakannya, Sharing ke teman-teman lain, sama halnya anda telah beramal. Jika tidak anda bukan muslim sejati.

Di lansir dari berbagai sumber.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*