Jenazah Tidak Membusuk Meski Sudah 19 Tahun di Makamkan

Jenazah Tidak Membusuk

Kabarseru.com – Jenazah tidak membusuk meski sudah 19 tahun di makamkan, inilah satu bukti bahwa Allah akan menepati janjinya, barang siapa berbuat kebaikan terhadap sesama, melakukan perintahnya dan menjauhi larangannya, niscaya Allah akan memberi keselamatan dunia akhirat.

Perempuan bernama Triyani meninggal pada 20 Juni 1994 silam hingga saat ini sudah terhitung 19 tahun Jenazah Triyani di makamkan, namun ajaib, Jasad Triyani tetap utuh, sungguh Allah maha besar.

Triyani adalah warga asal Ciomas, Bogor, binti Kartomulyo. Jenazah tadak membusuk selama 19 tahun ini terungkap setelah adanya niat makam Triyani akan di pindahkan oleh anaknya ke Purwodadi, Jateng agar berdekatan dengan makam sang suami.

Baca juga: Kisah Bikin Terharu Gadis Cilik 4 Tahun Beri Makan Tunawisma

“Kami berniat memindahakan makam ibu ke Jawa Tengah untuk didekatkan dengan makam bapak,” kata Nanang Triyadi anak sulung Almarhum.

Mereka memindahakan makam Triyani selain ingin mendekatkan jenazah Triyani dengan makam suaminya, alasan lain yang menadi kuat untuk memindahkan makam Triyani dikarenakan kondisi kompleks makam Jenazah Triyani saat ini kondisinya memprihatinkan, tidak sedikit makam yang hanyut terbawa arus sungai Ciaprus.

“Saat air sungai banjir tidak jarang menghanyutkan makam, bukan mustahil suatu ketika makam ibu juga akan hanyut. Untuk itu kami rencana akan memindahkan sebelum makam ibu kian rusak. Kami sudah sepakat untuk memindahkan makam ibu ke Purwodadi,” kata Nanang Arianto 49 tahun salah satu anak Almarhum Triyani.

Selanjutnya proses menggali makam pun dilakukan, setelah itu jenazah di bawah ke rumah Teguh, anak ke dua almarhum, pada saat inilah banyak warga berdatangan ke rumah teguh memenuhi ruangan.

Baca juga: Masjid Paling Sederhana Hanya Terbuat Dari Ranting Kayu

Kondisi Jenazah Triyani memang masih utuh, tidak tercium bau busuk atau bau aneh lainnya. Menurut warga sekitar terkait jenazah Triyani. Ia adalah wanita yang gemar memberikan bantuan, memberi sedekah, tidak jarang Almarhum semasa hidupnya memberi makan pengemis atau gelandangan yang kebetulan lewat didepan warungnya.

“Saya tidak tahu fenomena apa dengan kejadian ini. Tapi, mungkin karena amal baik ibu semasa hidupnya. Ibu saya dulu berjualan sayuran matang,” ujar Teguh.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*