Hina Pekerjaan Ayahnya Sebagai Kuli Bangunan, Jawaban Gadis Ini Bikin Cowoknya Bungkam

Kuli bangunan

Kabarseru.comKuli bangunan tidak jarang dipandang remeh, mereka yang tinggal di apartemen, di gedung mewah, semua bangunan tersebut adalah jasa para kuli bangunan, tanpa mereka tidak tahu mereka akan tinggal ditempat seperti apa.

Tak terlalu sakit ketika orang lain menghina kita, namun betapa panas hati ini jika justru orangtua atau orang-orang tercinta yang dihina, mungkin anda pernah merasakan ini.

Kita dan keluarga, orang-orang tercinta merupakan satu jiwa, satu tersakiti, kita pun turut merasakannya, hal seperti ini juga dialami oleh seorang gadis anak kuli bangunan yang mendapat perlakuan buruk dari kekasihnya.

Paras gadis ini cantik, namun rupanya ia anak kuli bangunan, anak seorang pekerja kasar yang dipandang rendah orang lain, bahkan orang lain itu adalah kekasihnya sendiri, gadis ini tentu tidak terima mendapat perkataan tersebut dari cowoknya.

Gadis cantik tersebut bernama Vony berasal dari china, kedua orangtuanya aktif sebagai pekerja kasar, Vony sendiri dimana ia masih anak-anak berstatus siswi SD kelas 4 ia tinggal bersama tantenya, kondisi ini membuat kedua orang tuanya jarang bertemu.

Pada suatu hari, ayah rindu lama tak bertemu, lalu menyusul ke sekolah, ayah dan anak pun bertemu, sang ayah yang rindu serta rasa sayang tinggi terhadap anaknya langsung memeluk. Namun Vony saat itu berkata.

“Papa, badan kamu bau, jangan peluk aku,” kata Vony ketus.

Kalimat yang meluncur itu membuat hati sang ayah sedih, sejak itu ayahnya tak pernah memeluk, perasaan sedih itu ternyata tersimpan hingga Vody beranjak dewasa. Kini Vony sudah mengerti dan menyesal pernah berkata ketus membuat ayahnya sedih.

Vony kini seorang gadis cantik, saat ini ia kuliah, sementara ayahnya masih sebagai kuli bangunan, meski begitu Vony semakin menyayangi ayahnya, disela-sela waktunya yang senggang ia menyempatkan diri pergi ke proyek tempat ayahnya kerja.

Vony sekarang bukan lagi Vony yang dulu, meski kondisi ayahnya kotor dan bau, Vony tak merasa jengah memeluk ayahnya dengan harapan dapat membuat hati ayahnya bahagia sekaligus menghapus perasaan sedih akibat kata-katanya saat masih kecil.

Hina Pekerjaan Ayahnya Sebagai Kuli Bangunan

Kuli bangunan

Vony gadis china

Kini Vony sudah punya seorang kekasih, namun begitu tahu Vony anak seorang kuli bangunan, kekasihnya mengeluarkan kata-kata merendahkan.

“Pekerjaan papamu itu adalah pekerjaan rendah, seluruh tubuhnya kotor dan bau, ini sangat memalukan,”

Kata-kata itu membuat hati Vony tak terima, sungguh tak menyangka orang yang ia cintai ternyata tega berkata-kata demikian.

“Saya tidak tahu dimana perbedaan pekerjaan rendah dengan yang tinggi. Jika menilai derajat pekerjaan dari pakaiannya, maka pekerjaan yang derajatanya paling tinggi adalah seorang pengangguran,” jawab Vony, seketika itu pacaranya diam tak tahu musti ngomong apa.

Siapa pun bila sayang terhadap orang tua, mendengar kalimat merendahkan sengaja ditujukan ke orang tua, sakit hati dan emosi bisa melebihi sakit hati ketika hinaan tersebut ditujukan langsung pada diri kita. Sayang dan patuh kepada orang tua sudah merupakan mutlak, apa pun kondisinya selama tidak keluar dari jalur norma-norma kemanusiaan dan hukum.

Rasa sayang tidak cuma dihati, namun juga dilakukan dengan tindakan, karena orang tua yang tulus mencurahkan kasih sayang terhadap anak, besarnya kasih sayang orang tua tak kan ada bandingannya, bahkan seluruh isi dunia sekalipun.

Kisah seorang gadis bernama Vony ini merupakan kisah yang membawa sejuta inspirasi dan motivasi bagi semua orang, ia begitu penuh perhatian terhadap orang tuanya, bila mana terdengar kabar di proyek terjadi kecelakaan, Vony langsung teringat ayahnya lalu menghubunginya dengan penuh harapan ayahnya sendiri yang mengangkat.

Hal paling di khawatirkan ketika yang mengangkat telepon ayahnya orang lain dan memberikan informasi tidak menyenangkan kondisi ayahnya.

Kini Vony tak lagi membutuhkan cinta dari kekasinya karena sudah benari berkata-kita tidak pantas, “Mereka tidak kotor, pikiran kalian yang kotor,” kata Vony.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*