Disembunyikan Kuntilanak, ABG Ini Ditemukan di Bawah Pohon Pisang

Disembunyikan Kuntilanak Foto: ILUSTRASI

Kabareseru.com — Cerita soal disembunyikan kuntilanak untuk zaman sekarang ini kedengarannya cerita basi, hari gini mana ada kuntilanak, banyak juga yang mengatakan dizaman modern seperti ini masih mambahas cerita hantu dianggap kuno. Jika kita percaya adanya mahluk astral, hantu, jin, setan dan mahluk-mahluk sejenisnya, justru mereka akan ada sampai hari kiamat kelak, malahan kita inilah yang sebentar lagi harus hengkang dari muka bumi ini.

Berikut sebuah kejadian yang sempat membuat geger warga RT 06 RW 03 Desa Karyamakmur, Kecamatan Pemali Bangka. Kejadian ini bersumber dari seorang anak remaja 14 tahun yang masih duduk diangku SMP tiba-tiba saja hilang hingga beberapa jam lamanya.

Tak cuma orangtuanya, sejumlah warga dibantu seorang paranormal turus melakukan pencarian hingga waktu tengah malam berlalu. Pada akhirnya anak tersebut berhasil ditemukan di bawah pohon pisang dalam kondisi tak sadarkan diri.

Anak tersebut lantas diangkat di bawa pulang ke rumah, setelah ditunggu sekian lama, akhirnya anak tersebut terbangun dari pingsan namun sontak anak itu teriak “Kuntilanaaaak..!!” sembari pelototkan mata.

Sontak saja warga yang turut melakukan partisipasi dalam hal ini saling pandang satu sama lain, mereka mulai menduga-duga kalau hilangnya anak tersebut akibat disembunyikan kuntilanak.

Disembunyikan Kuntilanak, ABG Ini Ditemukan di Bawah Pohon Pisang

Sementara itu, sang dukun yang merasa masalah seperti ini merupakan kewajibannya langsung membacakan mantera atau jampi-jampi untuk membuat anak tersebut tenang.

Anak tersebut terus saja teriak-teriak histeris, padahal sudah di jampi-jampi oleh sang dukun. Namun setelah beberapa lama akhirnya anak tersebut kembali lunglai di tempat tidurnya.

“Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu. Saat itu sedang gerimis, anak saya menuju pulang dari mushalla bersama teman-temannya,” kata TP 42 tahun ayah korban di kediamannya Desa RT 06 RW 03 Desa Karyamakmur, Kecamatan Pemali Bangka 16 Januari 2017 sebagaimana dilansir dari bagkapos.com

Namun anak itu tak kunjung tiba kerumah, padahal orangtuanya sudah sejak tadi menunggunya. Rasa khawatir kian mengusik, ayah dan ibu korban pun memutuskan mencari anaknya, namun tak membuahkan hasil.

Upaya pencarian terus ditingkatkan, orangtua korban meminta bantuan dukun dan sejumlah warga sekitar, sang dukun mengatakan kalau anak itu berada tidak jauh dari rumahnya, saat ini dia belum dapat dilihat karena masih disembunyikan kuntilanak atau mahluk halus alias wewe gombel.

“Saya mencarinya kemana-mana, tapi tak menemukan anak saya. Saya semakin merasa khawatir terhadap anak saya, lalu saya menemui beberapa orang pintar. Salah satu diantaranya mengatakan kalau anak saya berada tak jauh dari rumah saja, ia disembunyikan mahluk halus,” kata ayah korban.

Warga terus melakukan pencarian, namun hingga berjam-jam lamanya tak segera menemukan yang dicari. Baru setelah waktu tengah malam, tiba-tiba ada suara seperti perempuan menangis tak jauh dari pohon pisang depan rumah korban. Warga pun sontak bergegas ke arah sumber suara.

Semula warga cuma menemukan payung milik korban yang sebelumnya dibawa korban ke musholla karena cuaca saat itu gerimis seperti hendak hujan lebat.

“Pertama kali kami cuma menemukan payung yang sebelumnya memang dibawa anak saya pergi ke mushola, tapi anak saya saat itu masih belum terlihat,” kata ayah korban.

Selanjutnya salah satu orang pintar menyarankan agar melakukan pencarian menggunakan lampu obor karena kondisinya memang gulita. Sebelumnya wagra melakukan pencarian menggunakan senter, atau lampu elektrik.

Warga yang berpartisipasi termasuk orangtua korban menuruti komando dari sang dukun. “Kamipun membuat obor untuk mencari anak saya,” kata ayah korban.

Upaya pencarian kali ini membuahkan hasil, korban berhasil ditemukan dalam kondisi pulas di permukaan tanah bawah pohon pisang yang jaraknya cuma 10 meter dari rumahnya.

“Aneh, sebelumnya kami dan warga yang membantu mencari, berulang kali melintasi tempat bawah pohon pisang ini, tapi tak nampak sama sekali anak saya disitu,” kata ayah korban.

Menurutnya, korban yang namanya disamarkan itu memiliki sifat pendiam, badannya agak kurus dan suka melamun, usianya baru 14 tahun dan masih sekolah SMP.

Kata TP ayah korban, saat anaknya kerasukan memiliki tenaga sangat kuat, dia dan beberapa warga tak sanggup memegang tangan dan kakinya.

Setelah kejadian itu, pada malam berikutnya, orangtua korban mengatakan, malam itu ia terbangun karena pendengarannya menangkap suara seperti kuku-kuku panjang mencakar-cakar kaca jendela.

Tidak tahu itu mahluk apa, yang jelas, menurutnya adalah hantu kuntilanak yang telah mencuri anaknya. Kehadiran soosk menyeramkan itu membuat ayah dan ibu korban merinding bercampur rasa takut, tak berani keluar rumah dan menjaga anaknya yang kondisinya belum pulih total.

Esoknya, keluarga itupun memutuskan untuk ngungsi sementara di rumah orangtuanya di Lingkungan Senang Hati Sungailiat.

Biacara mengenei anak hilang di gondol hantu, orang-orang biasanya melakukan pencarian sambil memukul-mukul alat-alat dapur, seperti piring, mangkok, ember, tampah/nyiru (alat menampi beras) dan barang-barang lainnya.

Nah pesan buat kamu nih ya. Kalau berada disuatu tempat sunyi gelap sendirian, jangan melamun, pikiran jangan kemana-mana. Karena kondisi seperti itu paling disukai mahluk goib untuk berbuat usil.

Jangankan mahluk goib, kita sendiri kalau sedang melihat teman duduk melamun muncul niat untuk menjahilinya, mendekatinya pelan-pelan tanpa suara, setalah cukup dekat kita tepuk bahunya sembari teriak “Haii!!!!”

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*