Cinta Sejati Seorang Gadis Cantik, Meskipun Kekasih Pengidap Kanker Ia Tetap Menikahinya

Cinta Sejati Seorang Gadis Cantik

Kabarseru.com — Cinta sejati seorang gadis cantik ini merupakan kisah paling langka sekali. Jangankan masih pacaran, yang sudah menjadi pasangan suami istri pun belum karuan sanggup turut dalam penderitaan dan kesulitan demi kesulian, dimana suami atau istri menderita penyakit mematikan selama bertahun-tahun hingga berakhir kematian.

Memang ada, seorang istri begitu setia terhadap suaminya yang sudah tua dan sakit-sakitan, malah kalau bisa inginnya cepat menemui ajal supaya dapat segera menikmati harta warisan. Tentu ini khusus untuk suami kaya raya.

Pria bernama Koh Ming Hao berusia 34 tahun asal Singapura didiagnosa menderita kanker sejak tahun 2012 silam, hingga lima tahun lamanya Ming Hao berusaha berjuang melawan kanker namun yang terjadi akhirnya Koh Ming meninggal dunia.

Cinta Sejati Seorang Gadis Cantik

Ming Hao dan Daphine saat menikah | Copyright by instagram.com/minghao

Ada kisah menyentuh hati selama Ming Hao menderita kanker hingga hembusan nafas terakhirnya, yakni Daphnie Chong kekasih Ming Hao, meski tahu hidup Ming Hao tidak akan bertahan lama akibat penyakit yang dideritanya, namun Daphnie Chong tetap setia menemani dan merawat kekasihnya, cintanya begitu tulus dan agung, tak pernah luntur dan tak pernah kandas, apapun dan bagaimanapun kondisinya.

Cinta Sejati Seorang Gadis Cantik

Cinta Sejati Seorang Gadis Cantik

Ming Hao dan Daphine saat menikah | Copyright by instagram.com/minghao

Pasangan ini memang sudah lama menjalin cinta. Gadis tersebut berusaha sebisa yang ia lakukan untuk menguatkan kekasihnya hingga sembuh, namun upaya dan harapannya sia-sia. Ke duanya pun menikah dan sepuluh bulan berikutnya sejak pernikahan tersebut Ming Hao tutup usia.

“Aku merasa sangat bahagia telah menjadi bagian dari hidupnya. Aku bahagia karena ia tidak meninggal sebelum kami menikah tetapi meninggal setelah kami melewatkan hari-hari sebagai suami istri. Sejak pernikahan itu, kami berjanji untuk menjalin hidup semaksimal mungkin. Kami berjanji untuk selalu menguatkan satu sama lain.” kata Daphnie Chong.

“Bagaimanapun aku tak pernah bisa jauh darinya saat ia ada di titik terendah. Puluhan sesi kemoterapi harus ia jalani. Aku ingin selalu ada untuknya di detik-detik terakhir hidupnya. Aku ingin selalu ada di hatinya. Begitu pun dia, aku ingin dia akan selalu ada di hatiku sebagai pacar juga sebagai suami. Ia adalah pria terbaik untukku. Kini, ia tenang di sana bersamaNya,” tambah Daphine.

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published.


*